Kamis, 24 November 2011

kegelisahan jiwa

Perahu itu telah melesat terbang melintasi awan
membuka sayapnya memanggil-manggil
diiringi kunang-kunang malam
menebarkan cahaya sejuta sinar
mengusir segelintir kupu-kupu

sekelebat bayangmu meraba mataku
mengurai senyum sekelumit
mencoba meraihku dalam kejauhan
aku terpana..
dua jiwa dalam satu raga, ah gelisahku
tak tahu mengapa
entah kemana
aku melesat merana
tak mampu berbuat apa-apa

ah kegelisahan jiwa

(purwokerto, April tengah malam)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar