Kamis, 24 November 2011

Menulis Seumpama Menyimpan Uang di Bank

Suatu hari saya mengantar anak saya ke bank untuk menabung, uang hasil dari pemberian orang lain dan hadiah yang didapatkan dari menang lomba mewarnai. Saya pikir ini akan mengajar anak saya sejak dini rajin untuk menabung dan siapa tahu kelak uang di tabungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan di masa yang akan datang.

Namun saya jadi terpikir bukankah menulis juga seperti menabung di bank. Ketika kita menulis biasanya itu merupakan hasil dari ungkapan pikiran dan perasaan kita tentang apapun yang kita jumpai sehari-hari baik yang kita alami sendiri atau orang lain. Ketika kita berkesan dengan suatu pengalaman itu maka muncullah ide. Setelah itu mungkin kita akan mencoba menuangkan ide tersebut dalam cara menulis.

Pada saat kita mulai menulis maka kita sedang menyusun kata demi kata, kalimat demi kalimat sehingga terbentuklah sebuah cerita bisa fiksi atau realita. Tulisan-tulisan ini lalu disimpan di arsip atau dituliskan dalam sebuah blog maka secara tidak langsung kita sedang menyimpan data, sejarah, pengalaman, kejadian dan sebagainya.

Apabila kita membutuhkan data tersebut maka kita bisa mengambilnya kembali, ini sekaligus menjadi alat pengingat kita yang mau tidak mau dengan bertambahnya usia akan makin banyak hal yang terlupakan. Maka dengan menulis, kita sebenarnya seumpama menyimpan uang di Bank. Semua tersimpan dengan aman dan rapi, kapanpun kita membutuhkan, siap untuk diambil.

selamat terus menulis

Pwk, 7 juni 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar